Mendaki
gunung memang kegiatan yang sangat menyenangkan bagi sebagian kalangan yang
hobby melakukan petualangan di alam bebas. banyak hal yang bisa kita dapatkan
dengan kembali ke alam bebas, salah satunya terbebas dari hiruk pikuk kota
metropolitan yang semakin tidak bersahabat. mulai dari pencemaran udara yang
sudah tak terkendali, kesibukan selama bekerja, serta hal lain yang
membuat kita gerah menghadapi gerlapnya kehidupan kota. namun dengan
sedikit refresing dengan melakukan pendakian kita seakan kembali
bersemangat menghadapi kehidupan secara normal. udara yang masih bersih
dan pemandangan alam yang luar biasa dapat menghilangkan stres dan beban
pikiran yang menghantui kita.
Namun
saya merasa sangat miris dengan keadaan gunung sekarang ini. sampah ada
dimana-mana. dan tentunya yang melakukan itu semua adalah kita yang
mengaku diri adalah seorang PENCINTA ALAM DAN LINGKUNGAN. dimana sebenarnya
letak kecintaan kita? ketika melihat gunung dan hutan dalam keadaan
yang kotor dan kita seakan membiarkan hal itu terjadi. sampah plastik
dimana-mana. mulai dari kaleng bekas minuman, kaleng bekas makanan instan,
plastik mie instan, pembungkus permen, dan bahkan puntung rokok ada
dimana-mana. bukan hanya sekali pendakian saya merasa sangat prihatin, bukan
cuma satu gunung yang kondisinya seperti itu namun setiap kali mendaki di
gunung yang berbeda saya menyaksikan pemandangan yang kurang menyenangkan.
kemanakah kode etik kita? harusnya di gununglah teori kecintaan kita di
aplikasikan dengan kesadaran diri sendiri untuk tidak lagi membuamg sampah
sembarangan dan kalau perlu sampah itu kita bawa kembali kerumah.bukan malah di
diamkan di situ, atau bahkankita biasa membakarnya. bayangkan saja jika kita
membakar sampah itu maka yang terjadi adalah pencemaran udara dan
akibat yang terfatal ialah bisa menyebabkan kebakaran hutan.
Siapa
saja berhak mendaki gunung. entah itu kalian yang memang sudah dari golongan
pencinta alam maupun yang hanya ikut-ikutan untuk mencicipi keindahannya.
namun perlu di ingat bahwasanya Satu hal yang perlu kita garis bawahi
bahwa GUNUNG BUKANLAH TEMPAT SAMPAH! yah..gunung memang bukan tempat sampah
yang setelah kita nikmati, telanjangi dan cicipi keindahan serta keelokannya
lalu mengotorinya begitu saja.kepribadian sesungguhnya terbentuk ketika
kita telah berada di alam bebas. berbuat baiklah terhadap alam maka alam
akan baik terhadapmu. Lestari Alamku :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar